MAKALAH TENTANG ALAT OPTIK, INTERFERENSI CAHAYA, DAN DIFRAKSI CAHAYA
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Ilmu pengetahuan sangat berperan
penting dalam kehidupan sehari hari terutama cabang ilmu matematika dalam hal
ini mempelajari tentang fungsi invers, fungsi
trigonometri dan fungsi hiperbola yang akan di bahas dalam pembahasan ini.
B.
Rumusan Masalah
·
Bagaimanan penggunaan invers?
·
Apa pengertian Trigonometri?
·
Kapan Trigonometri digunakan?
·
Apa fungsi Trigonometri?
·
Apa saja ruang lingkup
Trigonometri?
·
Bagaimana cara membuat grafik
hiperbola?
C.
Tujuan
·
Untuk mengetahui konsep
invers pada suatu fungsi.
·
Untuk mengetahui
penggunaan invers
·
Untuk mengetahui dan memahami
lebih dalam tentang trigonometri, sehingga
·
dapat menggunakan
aplikasi-aplikasi trigonometri dalam kehidupan sehari-hari
·
Untuk mengetahui dan memahami
lebih tentang grafik hiperbola
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Alat Optik
Optik adalah
cabang fisika yang menggambarkan perilaku dan sifat cahaya dan interaksi cahaya
dengan materi. Optik dijelaskan dan ditandai dengan fenomena optik. Kata
berasal dari ὀπτική optik Latin, yang berarti tampilan. Alat optik adalah
alat yang berupa benda bening yang digunakan untuk menghasilkan bayangan
melalui pemantulan atau pembiasan cahaya.
Alat optik
terdiri dari alat optik alamiah dan alat optik buatan. Alat alamiah misalnya
mata, sedangkan alat optik buatan seperti kacamata, lup, mikroskop, teleskop,
kamera, proyektor, dll. Alat optik yang paling utama adalah mata, karena mata
merupakan alat untuk melihat. Banyak pengetahuan yang kita peroleh melalui
proses penglihatan melalui mata. Fungsi alat-alat optik yang lainnya sebenarnya
adalah membantu proses penglihatan atau pengamatan. Lensa optik bisa terbuat
dari bahan kaca, plastik, fiber, dan lain sebagainya
2.2 Macam-macam
Alat Optik
Mata adalah
salah satu organ tubuh manusia yang sangat penting. Mata merupakan
salah satu panca indera manusia. Mata merupakan indera untuk penglihatan. Tanpa
mata, kita tidak dapat melihat benda-benda yang ada di dunia ini. Mata bisa
melihat apabila ada cahaya. Dalam gelap mata tidak dapat melihat, karena tidak
ada cahaya yang masuk ke dalam mata.
Kemampuan
manusia dalam melihat suatu benda tidak lepas dari peran mata sebagai alat
optik. Bentuk mata menyerupai bola. Pada bola mata terdapat benda bening yang
disebut lensa mata. Lensa mata bersifat tembus cahaya. Lensa mata berupa lensa
cembung. Lensa mata memiliki fungsi membiaskan sinar-sinar yang datang ke mata.
Dengan demikian bayangan benda dapat tepat jatuh di retina mata. Jadi mata
memiliki fungsi seperti pada kamera. Oleh karena itu mata disebut alat optik.
b)
Lup
Lup adalah
alat optik berlensa cembung (lensa positif) yang di gunakan untuk mengamati /
melihat benda kecil agar tampak besar. Jika kita mengamati objek dengan lup,
maka benda harus di letakkan di ruang I (antara titik pusat lensa lup dengan
jarak fokus lup). Sifat bayangan yang di bentuk lup adalah maya, tegak di
perbesar. Dan bila kita akan mengamati objek dalam waktu yang lama dengan
menggunakan lup, maka benda harus di letakkan pada titik fokusnya mata
berakomodasi.
Perajin
perhiasan emas dan perak juga menggunakan alat ini untuk memperoleh hasil yang
lebih baik.sedangkan oleh siswa lup di gunakan saat praktikum biologi di pakai
untuk mengamati bagian hewan atau tumbuhan agar kelihatan besar dan
jelas.Sebagai alat optik,lup berupa lensa cembung tebal(berfokus pendek).Sifat
bayangan yang di harapkan dari benda kecil yang di lihat dengan lup adalah
tegak dan di perbesar.Orang yang melihat benda dengan menggunakan lup akan
mempunyai sudut penglihatan(sudut anguler) yang lebih besar daripada orang yang
melihat dengan mata biasa.
Ada dua cara
memakai lup,yaitu dengan mata tak berakomodasi dan mata berakomodasi.
1.
Untuk mata berakomodasi
maksimum,benda di letakan diantara F dan O atau jarak benda (so) selalu lebih
kecil daripada jarak titik (f)
2.
Untuk mata yang tidak
berakomodasi,benda di letakkan tepat pada titik api (f) atau jarak benda (so)
sama dengan jarak titik api lup (f).
Kamera
adalah sebuah alat yang mengarahkan bayangan yang difokuskan oleh lensa/sistem
optik lain keatas permukaan foto sensitif yang berada dalam tempat tetutup/
film. Kamera mempunyai prinsip kerja seperti mata manusia. Kamera yang paling
sederhana adalah alat potret yang dinamakan camera obscura. Kamera ini
terbentuk sebuah kotak tertutup yang salah satu sisinya berlubang kecil.
Bagian-Bagian
kamera:
1. Lensa Cembung :
Untuk membentuk bayangan pada film
2. Diafragma
: Untuk
mengatur cahaya masuk kamera
3. Shutter
: Sebagai pembuka/ penutup lensa
4. Ulir Sekrup :
Untuk memfokuskan cahaya masuk kamera
5.
Film
:
Yang peka terhadap cahaya untuk menangkap bayangan yang di bentuk lensa
kamera.
Prinsip
kerja kamera
Prinsip
kerja kamera dan mata adalah sama. Apabila mata melihat benda, sinar dari benda
yang masuk ke mata dibiaskan lensa mata. Bayangan jatuh di layar mata atau
retina. Sifat bayangan yang terjadi nyata, diperkecil dan terbalik. Pelat film
berupa celluloid, pelat itu dilapisi gerak bromida dan sangat peka terhadap
cahaya. Apabila bayangan objek mengenai pelat film akan tercetak sebagai gambar
negatif. Setelah proses pencucian, film dapat dicetak sebagai gambar positif
pada kertas foto.
Mikroskop
adalah alat untuk melihat dan mengamati benda dan jasad renik atau objek yang
sangat kecil. Mikroskop terdiri dari dua lensa cembung, yang masing-masing di
sebut sebagai lensa objektif dan lensa okuler.
Lensa
objektif adalah lensa pada mikroskop yang letaknya dekat dengan objek yang
diamati, sedangkan lensa okuler adalah lensa pada mikroskop yang letaknya dekat
dengan mata, ketika kita mengamati objek dengan mikroskop. Lensa okuler pada
mikroskop berfungsi seperti lup.
Sifat
bayangan yang di bentuk mikroskop:
1.
Bayangan yang dibentuk oleh lensa
objektif bersifat nyata, terbalik, dan diperbesar. Lensa ini fokusnya lebih
kecil dari lensa okuler.
2.
Bayangan yang di bentuk oleh lensa
okuler bersifat maya, tegak dan di perbesar. Lensa ini fokusnya lebih besar
dari lensa objektif.
3.
Bayangan akhir yang dibentuk oleh
mikroskop bersifat maya, terbalik, dan diperbesar.
Cara kerja
mikroskop
Cara kerja
mikroskop adalah sebagai berikut:Objek atau benda yang di amati harus di
letakan di antara Fob dan 2Fob,sehingga lensa objektif membentuk bayangan yang
terbalik dan di perbesar.Bayangan yang di bentuk lensa objektif merupakan benda
bagi lensa okuler.Lensa okuler berperan seperti lup yang dapat di atur/di
geser-geser sehingga mata dapat mengamati dengan cara berakomoasi atau tidak
berakomodasi.Untuk pengamatan dengan akomodasi maksimum,maka bayangan yang di
bentuk oleh lensa okuler harus jatuh/di letakan pada titik dakat
mata(PP).Perbesaran yang di peroleh adalah merupakan perbesaran oleh lensa
objektif dan lensa okuler yaitu: M=Moby x Mok. Untuk pengamatan dengan mata
tidak berakomodasi,maka bayangan yang di bentuk oleh lensa okuler harus berada
pada titik jauh mata.
Teropong
merupakan alat optik yang biasa digunakan untuk melihat benda yang jaraknya
terletak jauh sehingga tampak lebih dekat dan jelas. Teropong terdiri dari dua
lensa positif yaitu lensa yang mengarah pada obyek adalah obyektif dan
lensa yang mengarah pada mata adalah okuler.
Prinsip utama pembentukan bayangan pada teropong adalah: lensa obyektif
membentuk bayangan nyata dari sebuah obyek jauh dan lensa okuler
berfungsi sebagai lup. Dengan demikian cara mengamati obyek apakah mau dengan
cara berakomodasi maupun tidak berakomodasi tergantung dari posisi lensa
okulernya. Oleh karena itu jarak antara obyektif dan okuler dapat diubah-ubah.
Panjang teropong adalah jarak antara lensa
obyektif dan lensa okulernya.
Alat optik periskop adalah
sebuah alat optik yang berfungsi untuk melihat objek yang tersembunyi. Periskop
biasanya berbentuk memanjang. Periskop juga dapat digunakan untuk melihat atau
mengintai sesuatu dari tempat yang tersembunyi. Periskop juga dapat digunakan
untuk melihat benda yang berada di atas atau di bawah pengguna periskop.
Pada
periskop sederhana, kunci dari prinsip kerja periskop pada kedua cermin yang ada
di dalam tubuh alat optik tersebut. Secara umum, periskop ini bekerja denga
menangkap cahaya yang dipantulkan benda atau objek oleh cermin pertama yang
berada di bagian atas periskop. Kemudian, bayangan yang ditangkap dari cermin
pertama ini diteruskan pada cermin kedua yang berada di bawah periskop
sekaligus berfungsi sebagai media untuk memantulkan bayangan objek atau benda
ke mata manusia.
Proyektor
adalah sebuah perangkat optik yang memproyeksikan gambar atau gambar bergerak
pada sebuah permukaan datar, biasanya sebuah layar putih atau dinding putih.
Kebanyakan proyektor membuat gambar dengan cara menyinari objek melalui lensa
transparan kecil, namun proyektor sekarang dapat memproyeksikan gambar secara
langsung, dengan menggunakan laser.
Sebuah
proyektor yang menggunakan sistem optical mekanikal untuk memproyeksikan foto
slide. Foto slide maksudnya, sekumpulan foto yang di tampilkan secara
bergantian sesuai urutannya / susunannya layaknya membuka album foto. Perlu di
catat bahwa, foto yang digunakan pada Slide Projektor bukanlah foto
yang sudah jadi seperti foto yang dicetak di kertas foto, tapi negatif /
film dari foto-foto tersebut. Atau orang bilang "klise" foto, istilah
lain untuk negatif foto. Berikut gambar Slide Projektor.
Jadi, Slide Projektor ini cara kerjanya yaitu dengan menyinari
lembaran-lambaran negatif film dan memproyeksikan ke sebuah permukaan
datar.
Oftalmoskop
adalah alat ayng memencarkan seberkas sinar kedalam mata, memungkinkan dokter
memeriksa retina atau bagian belakang bola mata melalui pupil. Pemeriksaan
oftalmoskopi dan penafsiran pemeriksaan hasil pemeriksaan ini merupakan bagian
terpenting dari rangkaian pemeriksaan medik yang komprehensif. Dengan prosedur
ini dapat dilihat gejala-gejala yang dapat menunjukkan adanya retina lepas,
glaukoma, tekanan darah tinggi, penyakit diabetes melitus, tumor otak dan
penyakit-penyakit lain.
Bagian mata
dalam dinamakan fundus dan melewati retina , diskus optikus, makul dan
pembuluh darah retina. Dapat dilihat melalui oftalmoskop, suatu instrument yang
dipergunakan dengan cara dipegang yang memproyeksikan cahaya melalui prisma dan
membelokan cahaya dengan sudut 90 derajat, memungkinkan pemeriksa melihat
retina. Oftalmoskop direk memiliki berapa lensa yang tersusun pada roda.
Lensa dapat dipilih dengan memutar roda dengan telunjuk tanpa menghentikan
inspeksi.
Apertur
tanpa filter yang kecil sudah cukup dan paling berguna pada oftalmoskop
standar. Oftalmoskopi indirek melibatkan penggunaan skop binokuler dengan
pencahayaan terang, yang memungkinkan pengintipan fundus okuli yang lebih
luas.
2.3 Pengertian interferensi
cahaya
Interferensi
adalah interaksi antar gelombang di dalam suatu daerah. Interferensi
dapat bersifat membangun dan merusak. Bersifat membangun jika beda fase kedua gelombang sama dengan nol, sehingga gelombang
baru yang terbentuk adalah penjumlahan dari kedua gelombang tersebut. Bersifat
merusak jika beda fasenya adalah 180 derajat, sehingga kedua gelombang saling
menghilangkan.Interferensi merupakan perpaduan/interaksi dua atau lebih
gelombang cahaya dapat menghasilkan suatu pola yang teratur terang-gelap.
Intererensi adalah hasil kerja sama dua gelombang
atau lebih yang bertemu pada satu titik di dalam ruang dan menimbulkan fenomena
fisik yang dapat diamati.
Agar
interferensi yang stabil dan berkelanjutan dari gelombang cahaya dapat diamati,
dua kondisi berikut harus dipenuhi:
·
Sumber harus bisa mempertahankan
suatu beda fasa yang tetap (sumber koheren).
·
Sumber harus monokromatis dan
menghasilkan cahaya dengan panjang gelombang sama.
·
Jika sumbernya monokromatik, maka
pola interferensi adalah hitam-putih.
·
Pola interferensi stabil, jika
memiliki frekuensi sama.
·
Perbedaan frekuensi yang signifikan
mengakibatkan beda fasa yang bergantung waktu, sehingga I12 = 0.
·
Jika sumber memancarkan cahaya
putih, maka komponen merah berinterferensi dengan merah, biru dengan biru dan
seterusnya.
·
Pola interferensi akan terlihat
jelas, jika sumber memiliki amplitudo yang hampir sama atau sama.
·
Daerah pusat dari pola terang atau
gelap menunjukkan interferensi yang konstruktif atau destruktif sempurna.
·
Interferensi terjadi pada cahaya
yang terpolarisasi linier atau polarisasi lain, termasuk cahaya natural / alami
(Hukum Fresnel-Arago).
Ketika dua
gelombang yang koheren menyinari/melalui dua celah sempit, maka akan teramati
pola interferensi terang dan gelap pada layar. Jarak tempuh cahaya yang melalui
dua celah sempit mempunyai perbedaan (beda lintasan), hal ini yang menghasilkan
pola interferensi. Pola interferensi terbagi dua, yaitu:
1)
Interferensi Maksimum (Konstruktif)
Interferensi
Maksimum adalah gelombang saling memperkuat/konstruktif, menghasilkan garis terang. Interferensi maksimum
terjadi jika kedua gelombang memiliki fase yang sama (sefase), yaitu jika
selisih lintasannya sama dengan nol atau bilangan bulat kali panjang gelombang
λ
d sin θ = m
λ; m = 0, 1, 2 ……….Bilangan m disebut orde terang . Untuk m = 0 disebut terang
pusat, m = 1 disebut terang ke-1 dst. Karena jarak celah ke layar l jauh lebih
besar dari jarak kedua celah d (l >> d), maka sudut θ sangat kecil,
sehingga sin θ = tan θ = p/l,
dengan
demikian : pd/l = m λ
dengan p adalah jarak terang ke-m ke pusat terang.
2)
Interferensi Minimum (Destruktif)
Interferensi
Minimum adalah gelombang saling memperlemah/destruktif, menghasilkan garis
gelap. Interferensi minimum terjadi jika beda fase kedua gelombang 180 derajad,
yaitu jika selisih lintasannya sama dengan bilangan bulat kali setengah panjang
gelombang λ
d sin θ = (m – ½ )λ; m = 1, 2, 3 …………Bilangan m disebut orde gelap. Tidak ada gelap ke 0. Untuk m = 1 disebut gelap ke-1 dst.
d sin θ = (m – ½ )λ; m = 1, 2, 3 …………Bilangan m disebut orde gelap. Tidak ada gelap ke 0. Untuk m = 1 disebut gelap ke-1 dst.
Mengingat
sin θ = tan θ = p/l, maka: pd/l = (m – ½ )λ dengan p adalah jarak terang ke-m
ke pusat terang. Jarak antara dua garis terang yang berurutan sama dengan jarak
dua garis gelap berurutan. Jika jarak itu disebut Δp, maka : Δp d = λ l
2.3.1 Syarat terjadinya
interferensi cahaya
Kedua
sumber cahaya harus bersifat koheren
(Kedua sumber cahaya mempunyai beda fase,frekuensi dan amplitude sama). Thomas
Young, seorang ahli fisika membuat dua sumber cahaya dari satu sumber cahaya,
yang dijatukan pada dua buah celah sempit.Satu sumber cahaya, dilewatkan pada
dua celah sempit, sehingga cahaya yang melewati kedua celah itu, merupakan dua
sumbeer cahaya baru. Seperti pada gambar berikut :
Hasil
interferensi dari dua sinar/cahaya koheren menghasilkan pola terang dan gelap.
Ø
Interferensi maksimum/terang/konstruktif, terjadi bila :
Atau
Keterangan :
P=jarak dari
terang/gelap ke-m dengan terang pusat (meter)
d=jarak
kedua sumber cahaya/celah(meter)
l=jarak
antara sumber cahaya dengan layar (meter)
m=bilangan
(1,2,3…dst)
l=panjang
gelombang (meter, atau Amstrong A0=1.10-10meter)
Ø
Interferensi Minimum/Gelap/Destrutip, terjadi jika:
atau
2.3.2 Penerapan interferensi cahaya dalam kehidupan sehari-hari
Dalam
kehidupan sehari-hari, kita melihat gelembung air sabun akan terlihat
berwarna-warni. Begitu juga genangan minyak tanah diatas permukaan air, akan
terlihat sama berwarna warni. Warna-warni pelangi menunjukkan pada kita bahwa
sinar matahari adalah gabungan gabungan dari berbagai macam warna dari spektrum
kasat mata. Akan tetapi warna pada gelombang sabun, lapisan minyak, warna bulu
burung merah dan burung kalibri bukan disebabkan oleh pembiasan. Tetapi karena
terjadi interferensi konstruktif dan distruktif dari sinar yang dipantulkan
oleh suatu lapisan tipis. Adanya gejala interferensi ini bukti yang paling
menyakinkan bahwa cahaya itu adalah gelombang.
Warna-warni
terbentuk karena adanya interferensi gelombang cahaya yang memasuki lapisan
tipis sabun. Karena cahaya putih seperti sinar matahari memiliki banyak panjang
gelombang maka sinar yang masuk kedalam lapisan sabun dan yang dipantulkan oleh
lapisan sabun itu juga akan mengalami pembiasan dan pemantulan yang tidak sama
karena masing-masing panjang gelombang memiliki indeks bias sendiri-sendiri.
Lintasan yang dilalui masing-masing gelombang tidak sama. Sinar putih ini
mengalami dispersi atau penguraian warna dan terbentuklah cahaya
berwarna-warni. Berwarna-warni karena cahaya yang jatuh ke gelembung sabuk
dipantulkan dan dibiaskan secara tidak merata karena indeks bias yang berbeda
di tiap titik gelembung gara-gara tidak samanya ketebalan gelembung sabun.
2.3.3 Proses terjadinya
pelangi
Bagaimana proses terjadinya pelangi adalah bermula dari ketika cahaya
matahari melewati sebuah tetes hujan yang kemudian dibelokkan atau dibiaskan
menuju tengah tetes hujan tersebut, yang memisahkan cahaya putih itu menjadi
sebuah warna spektrum. Kemudian, warna-warna yang terpisah ini memantul di
belakang tetes hujan dan memisah lebih banyak lagi saat meninggalkannya.
Akibatnya, cahaya tampak melengkung menjadi kurva warna yang disebut
sebagai pelangi. Cahaya
dengan panjang gelombang terpendek seperti ungu, terdapat di bagian kurva dan
yang memiliki panjang gelombang terpanjang seperti merah terdapat pada bagian
luar.
Interferensi
merupakan sifat cahaya yang dapat diamati ketika perbedaan gelombang cahaya
dicampur bersamaan. Contoh interferensi adalah pelangi yang kamu lihat dalam
gelembung sabun, spektrum warna oval, dan kilauan warna dari beberapa bulu
burung. Di sebagian area pola interferensi, gelombang cahaya berada dalam fase,
dengan bukit dan lembah saling menguatkan, membentuk daerah yang berkilau. Di
daeah lain, di luar fase, dengan bukit dan lembah yang berlawanan, membentuk
daerah yang suram. Terdapat berbagai variasi cara untuk memperagakan
interferensi, pada bagian daerah yang terang maupun daerah suram, dan perbedaan
warna menggambarkan perbedaan panjang gelombang cahaya. interferensi
menghasilkan gelombang yang berhimpit. Ketika dua bukit (titik tertinggi)
gelombang bertemu, mereka bergabung menjadi gelombang yang lebih besar. Ketika
bukit sebuah gelombang dan lembah (titik terendah) gelombang bertemu, gelombang
saling mengapuskan satu sama lain. Posisi bukit dan lembah disebut fase.
2.4 Difraksi Cahaya
Kamu telah
tahu bahwa difraksi adalah peristiwa pelenturan muka gelombang ketika melewati
celah sempit. Pola difraksi gelombang cahaya dapat diamati dengan eksperimen
menggunakan difraksi celah tunggal dan kisi difraksi.
A.
Difraksi Celah Tunggal
Setiap titik
pada celah tunggal dapat dianggap sebagai sumber gelombang sekunder. Selisih
antara kedua berkas yang terpisah sejauh d adalah d sin θ.
Gambar Pola difraksi celah tunggal.
Analogi
dengan pola interferensi celah ganda Young, pola terang difraksi celah tunggal
diperoleh jika:
d sin θ = n
λ, dengan n = 0, 1, 2, 3, …
dengan d
adalah lebar celah.
Interferensi
minimum (garis gelap) terjadi jika
d sin θ = (n
– ½ )λ, dengan n = 1, 2, 3, …
B.
Difraksi pada kisi
Kisi
difraksi terdiri atas banyak celah dengan lebar yang sama. Lebar tiap celah
pada kisi difraksi disebut konstanta kisi dan dilambangkan dengan d.
Jika dalam sebuah kisi sepanjang 1 cm terdapat N celah konstanta kisinya
adalah:


Pola terang
oleh kisi difraksi diperoleh jika:
d sin θ = n
λ, dengan n =0, 1, 2, 3, …
dengan d
adalah konstanta kisi dan θ adalah sudut difraksi.
Interferensi
minimum (garis gelap) terjadi jika
Gambar Skema
difraksi oleh kisi.
Dalam optika
dikenal difraksi Fresnel dan difraksi Fraunhofer. Difraksi Fresnel terjadi jika
gelombang cahaya melalui celah dan terdifraksi pada daerah yang relatif dekat,
menyebabkan setiap pola difraksi yang teramati berbeda-beda bentuk dan
ukurannnya, relatif terhadap jarak. Difraksi Fresnel juga disebut difraksi
medan dekat.
Difraksi
Fraunhofer terjadi jika gelombang medan melalui celah atau kisi, menyebabkan
perubahan hanya pada ukuran pola yang teramati pada daerah yang jauh.
Gelombang-gelombang cahaya yang keluar dari celah atau kisi pada difraksi
Fraunhofer hampir sejajar. Difraksi fraunhofer juga disebut difraksi medan
jauh.
Daftar pustaka















Komentar
Posting Komentar